Vaksinasi Covid-19

Mlati April 2021.   Sesuai jadwal yang telah ditentukan, pada hari Selasa, 23 Maret 2021 , seluruh pamong SMA Santo Mikael (Suster, Bapak-Ibu guru, Staf TU dan pegawai asrama) melaksanakan vaksinasi pertama vaksin Covid-19 di Puskesmas Mlati II yang dekat dengan lokasi sekolah. Empat belas (14) hari kemudian, vaksinasi kedua diikuti pula oleh pamong di Puskesmas yang sama pada hari Selasa, 6 April 2021 untuk yang berusia 60 tahun ke bawah, sedangkan yang 60 tahun ke atas, baru akan melaksanakan vaksinasi kedua hari Selasa 20 April 2021 yang akan  datang.

Selama vaksin, baik vaksinasi pertama maupun kedua, berjalan dengan baik dan lancar. Semua pamong antusias. Dari tanya jawab & pengamatan penulis, tak-ada satupun pamong yang merasa sakit maupun takut ketika disuntik Hanya saja ada yang merasa ngantuk maupun lapar habis di suntik, bahkan ada yang merasa kemeng Sampai hari kedua, selain itu ada pula yang malah tidak merasakan sakit sama sekali ketika disuntik. Secara umum, nampak para pamong tetap sehat, dan tidak ada yang merasakan tanda-tanda abnormal atau gejala yang tak diinginkan di tubuh mereka.

Meski telah divaksin, semua pamong berkomitmen untuk tetap melaksanakan prokes 5 M sesuai yang telah dicanangkan pemerintah untuk menahan laju perkembangan Covid-19 di Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Sleman yang saat ini masih tergolong tinggi.

Setelah vaksinasi, tentu akan terbentuk kekebalan, diharapkan mulai tahun ajaran baru 2021/2022 Juli yang akan datang, SMA Santo Mikael Mlati Sleman telah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah, Dan juga, siap Membuka kembali asrama putra & putri, bagi siswa yang membutuhkannya.

Persiapan KBM tatap muka ini tentunya juga telah didukung dengan sarana prasarana yang dibutuhkan sesuai standar prokes, seperti: fasilitas cuci tangan, hand sanitiser, pengukur suhu badan, masker, pelindung wajah, ruang belajar, rambu-rambu prokes, dll.

Terkait dengan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) , SMA Santo Mikael telah menerima peserta didik baru, baik untuk siswa lokal (berasal dari DIY dan sekitarnya) maupun yang berasal dari luar daerah yang tentunya dapat memanfaatkan asrama untuk tempat tinggal mereka. ~ ildtn ~